 |
Menkominfo
Rudiantara bersama Presiden Direktur Ericsson Indonesia Thomas Jul, saat
mencoba salah satu teknologi yang didukung oleh 5G pada acara Demo 5G Ericsson,
Senin (3/4/2017).
|
Belum selesai garap pasar 4G, indonesia dan negara lainnya bersiap menyosong ke pasar 5G.
Namun kapankah indonesia bisa ikut bermigrasi ke generasi jaringan 5G ini?
Sejak 2 tahun lalu beberapa daerah di tanah air telah terhubung koneksi 4G, namun tahun ini hampir seluruh tanah air sudah mendukung jaringan 4G. Tetapi masih ada beberapa konsumen yang nyaman dengan koneksi 2G dan 3G, dengan alasan koneksi lebih stabil.
Vendor telekomunikasi Ericsson menggelar demonstrasi koneksi jaringan 5G sebagai yang pertama di Indonesia. dalam demo tersebut, jumlah downlink mencapai 5.65 GBIT/S dengan latensi 3ms.
Demonstrasi yang dilakukan Ericsson mencakup 5G New Radio (NR), menggerakan robot, dan video streaming 4K secara live.
Thomas Jul, selaku Presiden Direktur Ericsson Indonesia & Timur leste akan mendukung percepatan digitalisasi meskipun spektrum atau frekuensi belum dipasang pemerintah sebagai regulator.
Ericsson Tertarik untuk bekerja sama dalam membangun jaringan 5G di Bandara, Pelabuhan, Jalan Tol, Transportasi perkotaan, Pemerintahan, dan Industri.
Pemerintah mengaku siap dengan regulasi nya, bila pasar dan pelaku usaha dari jaringan 5G sudah terbentuk. Regulator akan menyiapkan Frekuensi 28Ghz, namun kuota itu hanya bisa diberikan kepada 4 operator telekomunikasi, sehingga konsolidasi operator akan terus didorong sampai jaringan 5G bisa di implementasikan, kemungkinan hal itu terwujud pada tahun 2020.
Bagi operator telekomunikasi jaringan 5G bukanlah hal yang revolusioner, berbeda halnya migrasi jaringan 2G&3G ke jaringan 4G memerlukan biaya yang sangat mahal dari sisi infrastruktur.
dengan target peluncuran jaringan 5G pada tahun 2020, Presiden Direktur Ericsson melihat untuk mendukung pemerintah, operator telekomunikasi dan membantu mengubah infrastruktur teknologi di indonesia agar lebih baik lagi kedepannya
iklan