Sebelumnya perkenalkan nama gue Noviar. Tepatnya hari
libur kuliah setelah uas, gue dan teman-teman berencana berlibur, Nah disini
bingung mau berlibur entah kemana, ada salah satu teman gue yang mengusulkan
berlibur ke gunung untuk menghilangkan penat hahaha. Sebenarnya bukan
passion gue sih naik gunung, bukan karena
apa-apa kalo yang namanya naik gunung itu kan perlu banyak
persiapan misalkan dari segi fisik, peralatan apalagi kalau misalkan
sambil camping dan sebagainya oleh karena itu walaupun gue gak terlalu
berhasrat untuk naik gunung tapi ya sesekali mesti gue coba untuk melakukan hal
tersebut.
Yaps, target pertama kami ber-6 adalah naik ke Gunung Papandayan,
sebab Gunung Papandayan tempat yg cocok bagi pendaki pemula seperti kami
hahaha. Kebetulan ada temen gue yang sudah pernah naik gunung jadi tidak perlu
khawatir lagi. Awalnya nih, gue takut minta izin ke orang tua untuk ikut naik
gunung pertama kalinya,dan syukur nya di bolehin ikut naik gunung papandayan.
Kami ber-6 berkumpul disuatu tempat,
dan tempatnya adalah di Kosan hahaha. Disana kami mempersiapkan peralatan,
mulai dari tenda, perlengkapan sholat, peralatan mandi, bahan-bahan makanan
yang mau dibawa untuk dimasak nanti digunung. Sebelum itu kami telah
mempersiapkan uang 350 ribu per-orang untuk berangkat ke gunung papandayan, ya
untuk jaga-jaga kali aja ada keperluan mendadak.
Akses Menuju Lokasi
Setelah persiapannya sudah beres,
pukul 16:27 kami berangkat dari kosan menggunakan grab taxi menuju Pasar Rebo
untuk naik bis Primajasa (Pool Cililitan) via tol Cipularang, dengan tarif
per-orangnya sekitar 52 ribu, kalo naik dari bandung tarif per-orangnya sekitar
30 ribu. Perjalanan Jakarta menuju garut memakan waktu kurang lebih 5 jam.
Sekedar informasi, bis menuju kota garut tersedia pukul 17:15 sampai 20:00
WIB..
Setelah 5 jam perjalanan, kami lebih
memilih turun di alun-alun Cisurupan pada
pukul 22:00, kami tidak turun di terminal guntur. Ada beberapa minimarket
di alun-alun cisurupan, kami mampir sebentar untuk membeli air mineral. Setelah
itu kami menelpon penyewa jasa yang sering mengantar pendaki ke camp david
dengan tarif 350 ribu per rombongan dengan maksimal 7 orang, bagi yang ingin
menggunakan jasanya silahkan hubungi nomor berikut (0813-2332-3979:Kang Faisal) kalian bisa menelponnya terlebih dulu saat
dijakarta.
oh iya karena sudah malam, kami
berniat untuk mendaki besok pagi, dan kami mencari tempat istirahat. tapi kang
faisal menawarkan untuk menginap dirumahnya. Sungguh baik sekali hahaha,
"Alasan kami untuk tidak turun di terminal guntur
agar menghindari calo-calo, kami pun tidak mau berurusan dengan para calo
dikarenakan bisa memasang tarif yang sangat tinggi."
Garut, 30 Januari 2017
waktu sudah
menunjukan jam 5 pagi, kami terbangun untuk melaksanakan sholat subuh dan
berdoa agar selamat sampai tujuan. Kami numpang mandi sebentar di rumah akang
setelah itu siap-siap merapihkan barang bawaan masuk ke dalam mobil. jam 7 kami
berangkat dari rumah akang ke gerbang pendakian, dibutuhkan waktu kurang lebih
15 menit. Disinilah keahlian akang sopir benar-benar diuji karena harus
melewati medan yang sangat terjal menanjak dan berkelok. Setiba-nya kami di
gerbang pendakian gunung papandayan, tepatnya camp davis. Kami melakukan
registrasi, setiap pendaki wajib memberikan fotokopi ktp atau kartu identitas
lainnya. biaya masuk kami ke papandayan hari libur sebesar 35 ribu, gak tau
kalo hari biasa, dan belum termasuk biaya parkir juga..
Jalur Pendakian
Setelah melengkapi persyaratan di pos registrasi dan
kami ber-6 berdoa demi kelancaran pendakian, mengingat mentari sudah terik,kami
melanjutkan perjalanan melalui jalur umum, kami memilih jalur umum karena jalur
yang memang biasa digunakan pendaki, berhubung kami masih pemula ya ikutin
aturan main aja.
Perjalanan dibuka oleh jalur landai dengan kontur bebatuan kapur putih, Setelah
beberapa menit naik ternyata treknya tidak begitu rumit bahkan sangat jelas,
terdapat beberapa patok berwarna biru terbuat dari pipa yang menandakan jalur
trek untuk menuju keatas. 15 menit kami berjalan sudah tidak ada lagi pepohonan
di kanan-kiri kami, sebab sudah memasuki area kawah.
 |
| Seperempat perjalanan memasuki area kawah, Fajar |
Seringkali kami berhenti untuk sekedar berfoto bersama
dan mengabadikan keindahan alam yang memang akan sangat sayang kalo delewatin
begitu aja.
 |
| Foto bersama |
Sekitar setengah jam berjalan, kami sampai juga di
kawah papandayan. dari sini bau belerang sangat menyengat sehingga masker wajib
di pakai. Asap yang selalu mengepul mewarnai pemandangan dikawasan ini,
dikarenakan gunung papandayan masih sangat aktif.
 |
| Saat dilokasi Kawah Papandayan, Ihwan |
Untuk pendakian papandayan meski katanya cocok
untuk pemula, ternyata untuk sampai keatas lumayan capek dengan jalannya yang
berliku dan menantang, di tengah perjalanan kami istirahat sejenak lalu
melanjutkan perjalanan lagi.
 |
| Istirahat di pos area kawah |
Setelah melewati area kawah, sekitar 1 jam kami
melewati jalanan terjal tandus berkelok, jalanan tandus ini akan berakhir
dengan jalanan menurun membelah lembah. Di dasar lembah kami bertemu dengan
sungai yang airnya mengalir sangat deras dan jernih, dengan rasa penasaran yang
sangat tinggi, kami mencoba meminum air sungai secara langsung dan rasanya
sangaat segaaar :D
Perjalanan kembali kami lanjutkan, hingga kami
menemukan jalur percabangan tidak jauh dari sungai.
"Terdapat dua jalur dari sini, jalur ekstrim dan jalur landai. Jalur
ekstrim akan dihadapkan dengan medan yang menanjak dengan kemiringan 70 derajat
dan rawan longsor, tapi cepat sampai ke pondok salada. Jalur landai akan
dihadapkan dengan medan yang sangat mudah namun akan memutar dan memakan waktu
banyak untuk sampai ke pondok salada."
Kami memutuskan untuk mengambil jalur landai, ya
karena kami masih pemula. Setengah jam pun berlalu, kami melewati bibir tebing
yang dari sini akan dapat terlihat pemandangan yang indah.
 |
| Bibir tebing Gunung Papandayan, Potret by Fajar |
Setelah melewati bibir tebing, kami sampai juga di
Gober Hut, di Gober Hut ini ada pos dan ada musholla serta warung, kami memilih
beristirahat setelah jalur pendakian hampir tanpa teduhan yang di siang hari
membuat fisik cukup lelah.
 |
| Foto bareng di Ghober Hut, Septian & Prasetya |
 |
| Istirahat |
Setelah beristirahat kami melanjutkan perjalanan
dengan mengikuti jalan setapak menuju pondok saladah, kami berjalan santai
cukup 10-25 menit aja untuk sampai ke pondok saladah.
Pondok Saladah
Sekitar pukul 10:15 kami tiba di Pondok saladah,
setelah memakan waktu kurang lebih 2 jam dari Camp David untuk ke Pondok
Saladah. Pondok Saladah ini adalah tempat mendirikan tenda yang paling sering
digunakan oleh pendaki. Selain tempat camping yang cukup luas, disini juga
terdapat sumber air yang cukup melimpah, kami pun memilih mendirikan tenda di
dibawah pohon dan dekat dengan wc. Setelah mendirikan tenda kami pun
melanjutkan untuk memasak, karena perut ini sudah lapar:D
Dikawasan Pondok Saladah ini terdapat hamparan edelweiss yang luas namun tak
seluas di Tegal Alun. Disaat mentari sudah mulai menguning hamparan edelweiss
akan tampak nan indah.
Malam harinya angin berhembus sangat kencang di areal
Pondok Saladah, yang menyebabkan kami tidak bisa tidur dan mengigil kedinginan.
Segala macam cara kami lakukan agar tidak kedinginan, mulai dari minum susu,
memakai balsem di telapak kaki & tangan, memakai minyak kayu putih di
sekitar hidung, memakai koyo, dan memakai kaus kaki di dobel dua, Semua itu kami
lakukan agar bisa tidur, sebab kami lupa membawa sleeping bag, ya jadi begini
akibatnya :D
Garut, 31 Januari 2017
Pukul 05:00 kami terbangun untuk
melaksanakan sholat subuh, udara segar nan sejuk serta kabut tebal membuat kami
ingin berlama-lama disini, berbeda dengan halnya di Jakarta, udara yang sudah
terkontaminasi polusi kendaraan bermotor. Setelah itu kami mandi dan sarapan.
Kami bersiap-siap untuk menuju puncak Tegal Alun.
 |
| Sarapan pagi dulu gaes |
Hanya beberapa ratus meter dari Pondok Saladah,
terdapat Hutan Mati. Pohon-pohon yang mati ini memang agak memberikan suasana
mistis, namun keindahannya tiada duanya. Disini para pendaki bisa melihat
keindahan sunrise, tetapi harus berhati-hati jangan mendekati tanda batas aman
karena berada di kawasan rawan longsor. Kami berangkat kurang lebih pukul 8
pagi menuju hutan mati untuk berfoto ria. hanya membutuhkan waktu kurang lebih
20 menit saja untuk tiba di hutan mati.
 |
| Hutan mati |
 |
| Menghadap kawah putih |